Thursday, 29 September 2011

#2 Pasang-Surut Bahtera, Prahara, & Romansa


Mengingatkan saja : " Cintailah pasangan hidupmu"
by Anitasari Moestopo on Tuesday, 16 March 2010 at 08:48

Rahasia Allah yang maha Agung, terkadang kita sebagai manusia terus saja bertanya siapa belahan jiwa kita?

Berulang kali kita bertemu seseorang dalam hidup ini, berulang kali kita jatuh hati dan merasa bahagia, berulang kali kita kecewa dan merasa sedih. Namun bila belum bertemu belahan jiwa itu kita tidak akan pernah bisa bersatu. Terkadang kita juga merasa bahwa orang yang kita cintai itu adalah belahan jiwa kita. Padahal Allah telah menentukan pasangan yang terbaik untuk kita, sedangkan kita terbelenggu dengan kesedihan karena tidak bisa bersamanya, kita terbelenggu dengan keinginan untuk selalu bersamanya, terbelenggu dengan kebahagiaan ketika bersamanya. Padahal kebahagiaan itu adalah karuniaNya, kesedihan itu adalah cobaanNya dan pendamping hidup itu adalah anugrahNya dan semua adalah hanya titipanNya yang akan kembali kepadaNya dan semua berjalan diatas kehendakNya.

Ya Allah.. seandainya engkau catatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup, satukanlah hatinya dengan hatiku. Titipkanlah kebahagiaan diantara kami agar kebahagiaan itu abadi. Dan Ya Allah.... ya Tuhanku yang maha mangasihi seiringkanlah kami dalam melayari hidup ini ke tepian yang sejahtera dan abadi.

tetapi... ya Allah, seandainya telah engkau takdirkan dia bukan milikku, bawalah ia jauh dari pandanganku, luputkanlah ia dari pandanganku, luputkan ia dari ingatanku, ambillah kebahagiaan ketika ia ada disisiku, dan... peliharalah aku dari kekecewaan. Serta.. ya Allah, ya Tuhanku yang maha mengerti berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh ke dada langit, hilang bersama senja nan merah agar aku bisa menerima jalan hidupku walaupun tanpa bersamanya.

ya Allah Ya Tuhanku... Pasrahkan aku dengan takdirmu, sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik buatku, karena Engkau maha mengetahui segala yang terbaik buat hambamu ini. Ya Allah cukupkanlah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan di akhirat, amiiin YRA....

Tuesday, 27 September 2011

#1 Sebelum Kata...

Assalamu'alaikum,
Selamat pagi,
Salam sejahtera...

Telah lama keinginan untuk menulis ini mengendap. Beberapa kali saya mencoba menulis, tapi tulisan-tulisan yang telah rampung atau bahkan yang belum selesai sama sekali, hanya memenuhi kekosongan memori-memori hp ataupun kertas-kertas yang sering saya lupa tersimpan dimana, bercecer kemana-mana...

Kenyataannya, blog ini pun bukan yang kali pertama dibuat, tapi karena lupa ditambah jutaan kemalasan, blog-blog sebelumnya tak keurusan. Mudah-mudahan, benarlah penjelasan dalam wikipedia mengenai kafein yang memiliki efek meringankan rasa lelah, merangsang kesadaran, dan memperbaiki suasana hati itu. Rasa lelah tak lekang hilang. Kesadaran tak terus ada. Suasana hati tak selalu riang. Dan, waktu seperti air yang gampang-gampang susah digunakan dan dipelihara. Namun, air pun bergerak tidak tanpa kemampuan kodratnya, menuju hilir betapapun serba sempit celah yang ada di hadapannya. 

Menurut salah satu legenda populer Cina, Kaisar Cina Shennong, yang dimitoskan telah berkuasa sekitar tahun 3000 SM, tanpa sengaja menemukan bahwa ketika beberapa dedaunan jatuh ke dalam air mendidih, mengeluarkan wangi dan jika diminum dapat memulihkan tenaga. Sejarah kopi pun telah tercatat sejak abad ke-9. Pada saat itu, biji kopi hanya tersedia dari habitat aslinya saja, Etiopia. 

Legenda populer menceritakan penemuan kopi oleh seorang penggembala kambing bernama Kaldi yang memantau bahwa kambing-kambingnya menjadi lebih aktif dan tidak tidur pada malam hari setelah merumputi semak-semak kopi. Setelah ia mencoba buah kopi yang dimakan oleh kambingnya, ia juga mendapatkan khasiat yang sama. 

Literatur paling awal yang menyebutkan adanya kopi kemungkinan adalah sebuah referensi mengenai Bunchum dalam karya seorang Persia Al-Razi. Pada tahun 1587, Malaye Jaziri menyusun suatu karya yang menilik sejarah dan kontroversi hukum kopi berjudul "Undat al safwa fi hill al-qahwa". Dalam karyanya ini, Jaziri mencatat bahwa seorang Syekh, Jamal-al-Din al-Dhabhani, Mufti aden, adalah yang pertama menggunakan kopi pada tahun 1454, dan pada abad ke-15, para Sufi Yaman secara rutin menggunakan kopi untuk terus terbangun selama berdoa.(wikipedia.org)

Lalu, apa hubungan antara blog dan kopi?

Dalam berkata-kata, selalu tersimpan do'a. Apa mungkin kita melupakan do'a-do'a kita sendiri?. Do'a pun meringankan rasa lelah, merangsang kesadaran, dan memperbaiki suasana hati. Memang analogi yang tidak pantas sebetulnya antara kopi dan do'a. Namun, saya tidak ingin menyerah menulis, hingga sampai pada kesadaran untuk selalu berdo'a dalam setiap kata. Saya juga tidak ingin menyerah untuk berpikir, hingga sampai pada kesadaran yang jauh dari ketumpulan dan kekerdilan hati.

Kafein yang sebagian besar bersemayam dalam kopi, saya harap mampu melancarkan kata-kata dalam makna yang arif dan merendah merundukkan hati. Tidak terkecuali saya, setiap orang memiliki kebebasan dan kendali terhadap apa yang kita katakan. Dan, apa yang kita pikirkan jauh di dalam hati tak pernah lepas dari guliran kata-kata.

Kafein oksigen yang sebagian besar bersemayam dalam kopi udara sebaiknya mengalir dalam darah untuk berusaha selalu bersahaja dalam kebebasan prilaku jiwa dan raga...
 
 
Copyright © memo . art . a . pradja
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com