Saturday, 25 July 2015

Mijika #2

Jatuhlah hujan pada daun. Tak mampu angin diminta mengarah kemana. Tak perlu jatuh jika belum masuk musimnya. Prakiraan cuaca di televisi sudah lama salah sangka. Mereka menyangkut entah di satelit mana. Pembebasannya yang melilit-lilit. Masih seperempat dari kampung di dunia kabarnya.  Belum lagi kota, megakota dan seterusnya. Takdir tuan-nyonya pemalas yang selalu menang lotere. Pertanyaan-pertanyaan yang dikatakan tak lebih bijak dari "Bagaimana caranya?" Seribu daun, seribu hujan, empat musim, dalam sehari saja. Oh larisnya! Tak ada cara. Jalan terus saja!

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © memo . art . a . pradja
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com