Saturday, 25 July 2015

Mijika #4

Namamu mulai dipanggil. Mungkin kamu yang bertanggung jawab atas ini semua. Ditengah sungai, melintang tiga cerobong asap pabrik. Anak-anak menyambutnya girang. Mereka menjilatinya seperti permen hadiah paman yang baru pulang dari kota. Tapi warnanya pucat! Seperti tusuk konde.
Seorang dari mereka menyelam ke dasar sungai seperti ingin menikmati permennya sendirian. Ah, ada-ada saja anak-anak. Ah, ada mayat disana. 

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © memo . art . a . pradja
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com